Oleh: M. Sholeh (Mahasiswa MADIN& Ketua LDM  IAINU Tuban)

Bulan suci Ramadan adalah bulan yang berbeda dengan bulan lainnya, karena di bulan inilah Allah membelenggu syaitan, untuk menghormati bulan Ramadan supaya umat Islam bisa beribadah dengan sebaik dan semaksimal mungkin. Oleh karena itu, kita perlu meningkatkan ibadah sekecil apa pun itu di bulan Ramadan ini.

Ketaatan ibadah di suatu tempat, jika tempat itu adalah tempat yang istimewa, maka pahalanya akan dilipat gandakan Allah. Orang yang salat di Masjidil Haram, 1 kali salat berbanding dengan 100.000 salat di selain Masjidil Haram. Orang yang salat di Masjid Nabawi, 1 kali salat berbanding dengan 1000 salat di selain Masjid Nabawi Madinah.

Begitupula bulan Ramadan. Bulan Ramadan adalah bulan yang luar biasa. Karenanya setiap amalan di dalamnya akan dilipat gandakan oleh Allah. 1 amal ibadah fardlu persis berbanding dengan 70 ibadah fardlu di selain bulan Ramadan.

1 ibadah sunnah di bulan Ramadan sama dengan 1 fardlu di bulan selain Ramadan. Ini menandakan luar biasanya bulan Ramadan. Oleh karena itu, perlulah kita menyempatkan ibadah semaksimal mungkin di bulan ini.

Dalam hadits dijelaskan, orang yang menghadiri majelis ilmu di bulan Ramadan, Allah akan mencatat setiap langkahnya sebagai ibadah selama satu tahun.  Satu langkah orang yang mencari ilmu di bulan Ramadan, pahalanya sama seperti ibadah satu tahun.

Orang yang mencari ilmu di bulan Ramadan ketika kiamat di akhirat nanti akan bersama saya di bawah Arsy. Dan orang-orang muslim yang mau mengistiqamahkan salat berjamaah, Allah akan akan memberikan di setiap rakaatnya itu pahala sebagaimana Allah memberikan Madinah atau kota. Artinya setiap rokaat akan diberikan pahala berupa Madinah atau kota di surga nanti.

Hal ini menandakan bahwa bulan suci Ramadan adalah bulan yang luar biasa, pahala digelontorkan oleh Allah. Doa-doa diijabah oleh Allah, dan maghfirah atau pengampunan pada semua muslim yang bertaubat diberikan oleh Allah.

Cahaya Ramadan adalah cahaya yang kita inginkan kelak di alam kubur maupun waktu di yaumil qiyamah.

Allah berkata kepada Musa AS : Sesungguhnya aku memberi umat Muhammad dengan dua nur(cahaya) supaya tidak dibahayakan oleh dua kegelapan, Musa berkata : Apakah dua nur itu ya Rabb ? Allah berkata : Nur Ramadan dan Nur Alqur’an, Maka berkata Musa : “Dan apakah dua kegelapan itu ya Rabb ?” Allah berkata : “Kegelapan kubur dan kegelapan hari kiamat” (Durratul Wa’idzin)

Umat muslim bisa mencapai keistimewaan di bulan Ramadan insyaallah akan memperoleh cahaya Ramadan. Insyaallah cahaya inilah yang kelak akan menyinari kita di alam kubur dan yaumil qiyamah.(*)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *