Oleh : Moh. Mundzir, S.E., M.A

Syeikh Ibnu ‘Atha’illah as-Sakandari Sohibul Hikam memberikan pesan pada orang-orang yang sedang menuju jalannya Allah SWT, sebagaimana dikutip di dalam Kitab Hikam : tidak ada dosa kecil apabila yang menghadapi kamu keadilan Allah SWT. Dan tidak ada dosa besar apabila yang menghadapi kamu karunia dari Allah SWT.

Orang yang menuju Allah SWT mereka selalu melihat kepada Allah SWT dengan 2 arah yang sama, yaitu sifat Rahman dan Rahimnya Allah Ta’ala. Dan juga melihat keadilan Allah SWT. Jika melihat keadilan Allah SWT mereka akan merasakan rasa takut.

Di dalam hatinya ada rasa khauf  kepada Allah SWT karena merasa tidak akan bisa selamat apabila berhadapan dengan keadilan Allah SWT dan neraka balasannya.

Dan jika dilihat dari fashol atau karunia Allah SWT, maka mereka akan merasakan harapan yang besar kepada Allah SWT karena Allah Maha Pengampun. Sebesar apa pun dosa kita, jika Allah mengampuni maka kita tidak akan pernah mendapatkan siksa.

Di sinilah ada keseimbangan antara harapan dan rasa takut kepada Allah SWT. Mereka terbang menuju kepada Allah SWT dengan dua sayap. Sayap pertama adalah roja’ berharap kepada Allah SWT. Dan sayap kedua adalah rasa khauf rasa takut kepada Allah SWT.

Melihat keadilannya, maka yang timbul ini hanyalah sifat roja’ tanpa rasa khauf di dalam hatinya. Orang seperti ini cenderung memiliki sifat ndableg, tidak takut berbuat dosa.

Tapi juga sebaliknya, orang yang hanya melihat keadilan Allah tanpa melihat fashal Allah, maka yang mereka rasakan hanyalah rasa khauf kepada Allah SWT.

Orang seperti ini jika melakukan perbuatan dosa, maka dia akan cenderung putus asa karena dia merasa tidak ada ampunan dari Allah SWT.

Sudut pandang seperti ini dalam menghadapi dan mengalami segala sesuatu didasar khusnudzon kepada Allah maka yang muncul adalah sikap syukur dan bersyukur Ala Qullihal.

Mudah-mudahan puasa yang kita lakukan di bulan Ramadhan ini, Allah SWT senantiasa memberikan rahmat dan ampunan pada dosa-dosa kita, sehingga kita menjadi golongan orang-orang yang itkun minnannar yaitu orang yang akan memperoleh pembebasan dari api neraka.(*)

Syiar Ramadhan – Ramadhan Momentum Tepat Untuk Taubat – YouTube

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *