Sumber ilustrasi : Shuttlestock


ABU Ali Al Hasan bin Hani Al Hakami atau lebih dikenal dengan Abu Nawas adalah pujangga dari Arab, dan sekaligus salah satu penyair terbesar sastra Arab klasik. Tokoh sufi yang hidup di zaman Khalifah Harun Al-Rasyid di Baghdad (806-814 M) ini dikenal dengan tingkah konyolnya. Bahkan istrinya sendiri pernah dikerjainya.

Dikutip dari Kisahpetualanganabunawas.blogspot.com, ternyata Abu Nawas memiliki istri yang pecemburu dan cerewet. Sikapnya itu bukan tanpa sebab, hal ini dikarenakan suaminya (Abu Nawas) sering pulang larut malam, sehingga membuat istrinya cemas.

Suatu hari, Abu Nawas keluar rumah hingga larut malam, dan istrinya pun gelisah juga emosi karena kelakuan suaminya. Berjam-jam ia menunggu suaminya pulang, namun tak kunjung datang juga.

Saking kesalnya sang istri memiliki rencana, ia berencana untuk memarahi suaminya dan memukulnya lewat jendela.

Waktu pun sudah menunjukkan larut malam, begitu gelap, namun Abu Nawas tetap saja tak kunjung pulang. Tetiba saja, istrinya mendengar suara seperti orang yang hendak masuk dari jendela rumah yang terbuat dari kayu.

Mendengar suara itu, istri Abu Nawas pun langsung siap siaga untuk melancarkan aksinya. Ia siap-siap memegang balok untuk memberi pelajaran kepada suaminya itu. Ia berpikir, bahwa Abu Nawas sengaja masuk rumah melalui jendela karena takut ke semprot istrinya.

Kemudian, masuklah seseorang melalui jendela yang ukurannya relatif kecil itu. Pencahayaannya yang tidak terlalu terang, seketika istri Abu Nawas memukulnya berkali-kali, hingga orang itu terkapar lemas tak berdaya akibat pukulannya yang sangat keras.

“Ampun, ampun,” kata orang yang diduga Abu Nawas itu.

Melihat itu istri Abu Nawas merasa puas, karena misinya ini berhasil. Sehingga orang yang dipukulinya itu lemas tak berdaya. Dengan nada yang keras, ia meminta orang itu bangun.

“Ayo cepat bangun, lain kali jangan diulangi lagi dengan pulang larut malam,” kata istri Abu Nawas.

Namun anehnya orang itu juga tak kunjung bangun. Istri Abu Nawas pun penasaran, dan memeriksanya. Betapa terkejutnya, ternyata orang yang dipukulinya itu bukanlah suaminya, tapi maling yang mencoba ingin masuk ke rumahnya.

Istri Abu Nawas pun berteriak, lalu warga sekitar beramai-ramai mendatangi rumah Abu Nawas, kemudian meringkus maling itu.

“Wah, hebat sekali, pencuri ini sampai terbaring tak berdaya di lantai. Mungkin butuh berminggu-minggu agar bisa pulih kembali,” kata salah satu warga.

“Maaf Pak, saya tak bermaksud menyakitinya, apalagi sampai separah itu. Hanya kekeliruan saja, Pak,” kata istri Abu Nawas.

“Keliru bagaimana,” tanya warga.

“Waktu itu, ia masuk melalui jendela dapur. Dan saya kira suami saya yang baru pulang berpesta dengan teman-temannya, makanya langsung saya gebuk,” terang istri Abu Nawas.

Kemudian tak lama Abu Nawas pun datang, dan melihat ceritanya itu ia merasa bersyukur sambil tersenyum kecil karena bukan dirinya yang dipukuli istrinya itu.

“Untung saja bukan saya yang dihajar, makanya jangan main pukul, beginalah akibatnya,” kata Abu Nawas.

Sumber : https://muslim.okezone.com/read/2020/08/14/614/2262359/kisah-abu-nawas-lolos-dari-pukulan-istri-yang-cerewet?page=2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *