Sumber gambar : https://www.google.com/imgres?imgurl=https%3A%2F%2Fpendidikan.id%2Fnews%2Fwp-content%2Fuploads%2F2018%2F09%2FE-learning-watermark-450x270.png&imgrefurl=https%3A%2F%2Fpendidikan.id%2Fnews%2Ftag%2Fartikel-pendidikan%2F&tbnid=ZkkmokyN8kH_JM&vet=12ahUKEwjwiurh2KDzAhXRbisKHXtoAD8QMygPegUIARDKAQ..i&docid=8O543ZNDysvQuM&w=450&h=270&q=ilustrasi%20artikel%20pendidikan&ved=2ahUKEwjwiurh2KDzAhXRbisKHXtoAD8QMygPegUIARDKAQ


Tidak bisa dipungkiri seiring dengan perkembangan zaman pendidikan selalu mengalami perubahan baik kurikulum, sistem pembelajaran, maupun regulasinya. Oleh karena itu, untuk menghadapi segala perubahan tersebut dalam dunia pendidikan membutuhkan pendidik dan praktisi pendidik yang profesional yang memiliki inovasi dan konsep gagasan yang revolusioner. Dari sinilah pendidikan memerlukan pendidik yang mampu berlomba dan ugrade dalam keilmuan dan pengetahun yang sesuai dalm bidang masig-masing.

Bukan hanya itu, pendidikan tidak bertumpu pada pada pendidik saja. Tapi bagaimana menciptakan peserta didik yang siap menghadapi era saat ini. Calon pendidik maupun pendidik perlu juga mengembangkan potensi yang dimiliki untuk menciptakan inovasi di dalam bidang pendidikan.

Dulu ketika pembelajaran masih menggunakan sistem manual, tulis-menulis di setiap pelajaran dengan menggunakan papan tulis yang masih menggunakan kapur? Serta menggunakan buku paket tanpa ada buku pendamping atau buku lembar kerja siswa (LKS).

Ada kemungkinan konsep pembelajaran seperti dulu masih baik, akan tetapi kurang relevan jika masih di terapkan pada masa sekarang ini. Mengingat media pembelajaran yang sudah bisa di bilang efektif dan modern, serta potensi peserta didik yang sangat beragam. Menjadi suatu pertimbangan bagi para pendidik untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang relevan dengan saat ini. Dari sinilah lingkungan sangat penting dan mempumyai berpengaruh terhadap perkembangan peserta didik.

Pada zaman milenial ini peserta didik berselancar di dalamnya, baik untuk akses informasi maupun sebatas upload foto, video, dan lain sebgainya untuk menambah eksistensi peserta didik. Oleh karena itu, orang tua pun perlu memberikan perhatian yang lebih agar anaknya tidak berpengaruh dengan ribuan maupun jutaan konten negatif yang bertebaran bebas di dunia internet.

Banyak sekali terobosan pendidikan pada era sekarang ini, satu di antaranya yaitu Bimbel Online yang kini sudah menjadi tren tempat belajar yang kedua setelah sekolah, misalkan Ruang Guru, yang kini banyak sekali peminatnya.

Lantas bagaimanakah pengajaran yang ideal itu? Pengajaran yang ideal adalah pengajaran yang bisa melahirkan kecerdasan intelektual dan kecerdasan moral (karakter) pada peserta didik yang di imbagi dengan memanfaatkan media teknologi dalam proses pembelajarannya.

Tapi ada yang aneh, ketika kita melihat pendidikan sekarang ini. Kecenderungan dan semangat belajar, minat baca  dan tulis hari ini mengalami penurunan. Padahal di era sekarang ini fasilitasi teknologi yang canggih. Setiap manusia mampu mengakses dengan segala konten dan berita. Namun, ada beberapa hal yang dilupakan.  Kenyamanan dan kemudahan dari teknologi canggih justru menjadi penghambat peserta didik untuk semangat belajar dan berkarya.

Beruntunglah bagi para peserta didik yang menguasai media teknologi dan merugilah bagi peserta didik yang di kuasai (di jajah) oleh bualan media teknologi yang menidurkan generasi muda. Sehingga keterbuaian kadang menjadi salah pemhambat untuk mengembangkan pengetahuan dan ilmu kita. Generasi muda yang menjadi penerus bangsa harus bisa memilah dan memilih dari media yang ada pada genggaman.

Memang, jika dilihat peluang anak generasi sekarang sangat dimudahkan dengan memanfaatkan media teknologi informasi untuk hal yang positif dan hal yang meningkatkan potensi yang di milikinya. Bagaimana tidak, sekarang mengakses ribuan informasi hanya dengan sangat mudah dan cepat, semua ada pada genggaman. Bersikap bijak merupakan pilihan yang tepat, artinya menggunakan seperlunya tanpa adanya candu terhadap media seperti smartphone. Selain itu juga harus diimbangi dengan meningkatkan minat baca dan tulis.

“Semangat manusia harus menang atas teknologi” Albert Enstein (Ilmuan) 

Dalam islam, manfaat teknologi untuk kemaslahatan manusia telah dijelaskan dalam Al Qur’an Surat Al A’la (87) ayat 8:

ؐ   لليسرى ونيسرك

Dijelaskan bahwa Allah SWT memberikan kemudahan agar manusia mendapatkan kemudahan. Teknologi merupakan salah satu bentuk kemudahan yang telah di berikan Allah SWT kepada kita. Dengan munculnya Teknologi Internet, banyak orang yang bisa mengakses segala sesuatu dengan lebih mudah.

 

Penulis : Siti Mufarrochah PAI Aksel-G

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *