APLIKASI PEDULI LINDUNGI : Pengunjung di Mapolres Tuban wajib Punya Aplikasi Peduli Lindungi


IAINUonline – Berkunjung ke marker Polres Tuban tak semudah sebelumnya. Sejak dua hari belakangan ini, ada kebijakan khusus untuk para pengunjung. Di pintu masuk, pengunjung harus bisa menunjukkan aplikasi Peduli Lindungi.

Sebelum mendatangi tempat yang dituju, di depan penjagaan warga akan dipandu oleh personel Polwan yang berjaga untuk melakukan scan kode QR yang ada di aplikasi Peduli Lindungi.

Setelah melakukan scan kode dalam aplikasi tersebut akan memperlihatkan status warna. Ada tiga warna yang masing-masing akan menunjukkan kondisi masyarakat yang datang di Polres Tuban.

‘’Akan muncul satu dari tiga indikator yang yang bisa menunjukkan kondisi masyarakat saat akan memasuki mako Lolres Tuban,’’ ujar Kapolres Tuban AKBP Darman, S.I.K., Kamis (07/10).

Syarat ini, lanjutnya, sudah disosialisasikan kepada masyarakat dan diterapkan kepada anggota sejak dua hari ini. Menurut Kapolres, dari scan kode itu jika indikator berwarna hijau artinya aman, atau pengunjung sudah divaksin 2 kali dan yang bersangkutan dapat melakukan aktivitasnya di ruang publik.

Jika muncul rwarna kuning menandakan yang bersangkutan sudah divaksin namun baru tahap pertama.

‘’Kita akan pastikan yang bersangkutan sudah waktunya vaksin tahap kedua atau belum,” terangnya.

Kalau indikator menunjukkan warna merah, menandakan bahwa yang bersangkutan seharusnya tidak boleh melakukan aktivitas di ruang publik, karena belum divaksin.

“Jika yang muncul warna merah menunjukkan bahwa yang bersangkutan belum pernah di vaksin dan bisa jadi terkonfirmasi positif atau kontak erat dengan pasien Covid-19 dan tidak boleh beraktivitas di ruang publik dan akan kita lakukan tindakan lebih lanjut,” tandasnya.

Sementara itu, berdasarkan leveling Inmendagri no 47 tahun 2021, Kabupaten Tuban berada di level 3, hal itu disebabkan capaian vaksin yang masih dibawah 50 persen yakni baru mencapai 36,7 persen. Kurangnya capaian vaksin dikarenakan jatah vaksin yang diterima oleh  kabupaten Tuban jumlahnya sangat terbatas.(*)

 

Penulis/editor : Sri Wiyono

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *